Mengenal Gangguan Prostat

Ditulis : Sabtu, 2018-04-28 - 07:25:58

Mengenal Gangguan Prostat

 

 

 

Bagaimana kita mengenali gejala penyakit pembesaran prostat. Harus diketahui bahwa penyakit ini hanya mengenai laki-laki. Mayoritas terjadi pada laki-laki umur 50 tahun ke atas.  Ada juga yang berumur 40-an tahun sudah terkena penyakit ini, namun sangat jarang. Karena lokasi prostat dibawah kandung kemih, maka bila prostat membesar, organ tersebut akan menjepit saluran kencing (uretra) yang melewatinya. Jadi bisa dipastikan aliran kencing akan terhambat. Dari sini kita bisa mengenali gejala-gejala pembesaran prostat ; gejala awal yang terjadi adalah pancaran kencing melemah dan tidak lancar. Kadang-kadang pancaran kencing akan terputus- sutus. Akibat adanya sumbatan dari prostat yang membesar ini, pasien akan mengeluh, harus mengejan dulu untuk memulai buang air kecil. Selain mengejan, kadang pasien harus menunggu untuk mulai buang air kecil, adi kencing tidak langsung keluar biarpun sudah di dalam kamar mandi. Akibat dari lemahnya pancaran kencing pasien, tidak semua air kencing akan keluar. Jadi pasien akan merasa masih ada sisa kencing di kandung kemih atau perasaan tidak puas setelah buang air kecil. Kadang-kadang malah pasien akan mengeluh air kencingnya masih menetes biarpun dia sudah selesai buang air kecil. Gejala-gejala tersebut di atas dapat dijumpai baik pada fase awal penyakit maupun di fase lanjut. Karenanya disarankan bila  menjumpai kerabat atau bapak atau kakek yang mempunyai keluhan seperti di atas segera dibawa ke dokter ahli urologi untuk diperiksa lebih lanjut.

Bagaimana bila penyakit pembesaran prostat  sudah lanjut? Gejala apa yang akan terjadi? . Pada stadium lanjut penyakit ini, biasanya sudah akan terjadi gangguan persarafan kandung kemih dikarenakan capeknya otot-otot kandung kemih yang sudah sekian lama bekerja keras berkontraksi untuk melawan sumbatan dari prostat yang membesar. Gejala yang bisa ditemukan antara lain pasien akan sering merasa ingin buang air kecil, terkadang kurang dari dua jam pasien sudah kembali buang air kecil biarpun tidak minum air; tidak bisa menahan keinginan untuk buang air kecil, jadi bila ingin buang air kecil pasien selalu terburu-buru; dan bila malam hari saat tidur, pasien akan bangun untuk buang air kecil lebih dari 2 kali, padahal tidak minum air lagi. Bila kondisi penyakit ini sudah lanjut namun tidak segera ditangani, bisa muncul keluhan lain pada pasien, antara lain kencing akan bercampur darah dan nyeri saat keluar kencing. Hal ini bisa terjadi karena muncul infeksi di kandung kemih, dikarenakan masih banyaknya air kencing yang tersisa di kandung kemih. Hal lain yang bisa terjadi adalah pasien tidak bisa kencing sama sekali dikarenakan besarnya volume prostat yang menyumbat kandung kemih.

Bila menjumpai hal-hal tersebut di saudara atau keluarga, apa yang harus dilakukan? Sebaiknya segera dibawa ke dokter ahli urologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan apa yang akan dilakukan? Yang pertama tentu saja kami akan melakukan wawancara penggalian riwayat penyakit; kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan colok dubur (dokter akan memasukkan jari telunjuk ke dalam dubur pasien; tentu saja dengan mengenakan sarung tangan dan dilumuri dengan jelly) untuk mengetahui perkiraan ukuran prostat dan kemungkinan terjadinya kanker/keganasan prostat; selanjutnya adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG) urologi untuk mengetahui volume prostat, keadaan kandung kemih dan ginjal, serta kemungkinan terjadinya kelainan lain misalnya batu dan infeksi; dan yang terakhir adalah pemeriksaan uroflowmetry (test pancar kencing) yang berguna untuk mengetahui kecepatan pancaran kencing pasien apakah normal atau melemah. Dari hasil semua pemeriksaan tersebut di atas barulah dapat ditentukan apakah pasien bisa diberi obat atau harus dilakukan operasi, baik dengan operasi teropong (TUR-P) untuk mengerok prostatnya atau harus dibedah untuk diambil prostatnya. Adapun pencegahan pembesaran prostat dengan pembatasan minuman berkafein, tidak mengkonsumsi alkohol, pemantuan pemberian obat (seperti diuretika, dekongestan, antihistamin, anti depresan), diet rendah lemak, meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran, latihan fisik secara teratur, dan tidak merokok.        

                                                                                        

Harapannya dengan mengenal permasalahan prostat dapat langsung mengetahui kemungkinan terjadi penyakit pembesaran prostat pada kita maupun sanak saudara kita berdasarkan dari keluhan yang dialami . Sehingga bisa segera diperiksa oleh dokter ahli urologi seawal mungkin dan dapat ditangani dengan segera, syukur-syukur tidak perlu untuk operasi.

Dikutip dari FKKI (Forum Komunikasi Kesehatan Islam).

BRAJA INDAH